Jumat, 09 Desember 2016

Sultan Murad IV

Sugeng enjing poro konco                       Dengan Nama Allah, Arrahmanir Rahim,

Pagi ini (waktu Mesir) aku merasa TERpanggil untuk berkongsi kisah yang menggetarkan dada siapapun yang membacanya.

Sultan Murad IV merupakan seorang Sultan yang berani serta berpandangan jauh. Pada suatu malam ketika zaman pemerintahan beliau, beliau merasakan ada sesuatu yang tidak kena dalam hatinya. Beliau merasa cemas, rasa ingin tahu apa sebabnya.
Lalu beliau memanggil ketua pengawalnya dan mengajaknya keluar untuk melihat keadaan rakyatnya. Sultan Murad IV kebiasaannya akan berjalan melihat rakyatnya di malam hari dengan cara menyamar.

Mereka pun keluar di malam hari, setelah lama berjalan tibalah mereka di lorong yang sempit. Mereka menemui seorang lelaki yang telah meninggal dunia tertiarap di atas tanah. Tempat tersebut tempat orang lalu lalang tetapi tiada siapapun yang mempedulikan mayat tersebut.

Lalu Sultan Murad IV bertanya kepada orang yang lalu lalang di kawasan itu,
"Mengapa lelaki ini meninggal tetapi tiada siapapun mempedulikannya dan mengangkat jenazahnya?"

Mereka berkata:
"Orang ini suka minum minuman keras dan selalu melakukan zina."

Sultan bertanya kepada beberapa orang disitu tetapi jawapan yang diberikan tetap sama.

Sultan membalas,
Tapi…bukankah ia umat Muhammad SAW?
Mari kita angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya.

Mereka pun membawa jenazah lelaki tersebut ke rumahnya.

Melihat suaminya meninggal..
Dalam tangisnya si isteri berkata:
"Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah.. Aku bersaksi bahawa engkau orang yang sholeh."

Sultan terkejut!

Bagaimana mungkin dia wali Allah sedangkan orang-orang disekelilingnya mengatakan lelaki tersebut kaki botol dan kaki maksiat. Sehingga mereka tidak akan mempedulikan kematiannya.

Si isteri menjawab:
"Sudah kuduga pasti akan begini..
Sebenarnya, setiap malam suamiku membeli minuman keras dari para penjual sejauh yang ia mampu.
Kemudian minuman-minuman itu dibawa ke rumah dan ditumpahkannya ke tandas, sambil berkata:
"Moga-moga aku meringankan dosa kaum Muslimin dari meminum minuman keras ini. Semoga dengan usaha yang kecil ini aku mendapat keridhoan dari Ilahi."

Dia juga pergi menemui pelacur pada malamnya untuk memberikan mereka wang dan berkata:
"Malam ini kalian dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi."

Kemudian ia pulang ke rumah dan berkata kepadaku:
"Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam dari melakukan maksiat kepada Allah. Semoga dengan usaha yang kecil ini aku mendapat keridhoan dari Ilahi."

Orang-orang yang berada disekelilingnya selalu menyaksikannya membeli arak dan menemui pelacur, lalu menuduhnya dengan berbagai tuduhan.

Aku pernah berkata kepada suamiku:
"Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum Muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatkan jenazahmu dan menguburkan jenazahmu.

Suaminya itu hanya tertawa dan berkata:
"Jangan takut, bila aku mati, aku akan disholatkan oleh Sultannya serta kaum Muslimin, para Ulama dan para Auliya."

Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata:
"Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad, besok pagi kita akan memandikannya, mensholatkannya dan menguburkannya.

Akhirnya proses jenazah lelaki wali Allah itu dihadiri oleh Sultan, Ulama, Masyaikh dan seluruh masyarakat."

Subhanallah!

* Biarlah kita tidak dikenali manusia, tetapi cukuplah Allah yang mengenali kita. Semoga kita juga tidak menilai seseorang dari luarnya saja.
Jika tidak tahu, diam adalah lebih baik daripada jatuh fitnah...semoga Allah meredhoi hidup kita semua.
Aamiin Allahumma Aamiin.

Disampaikan oleh
Ustaz Adam Way. Masjid Al-Ridhuan Hulu Kelang.
THE SULTAN MURAD STORY
This story inspired me and I have shared it with you to inspire you too.
I hope you will share it to inspire others.
Have a great day!

Semoga beroleh manfaat dan barokah, Amin !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar